18 Oktober 2019
Situs Sang Kolektor
Web Terbaik Indonesia
Menurut Anda, siapakah komikus Indonesia yang paling mampu menyajikan gambar dan cerita dengan sangat baik?
Ardisoma
AS Danial
Djair
Djoni Andrean
Ganes TH
Gerdi WK
Hadrian
Hans Jaladara
Har
Hasmi
Henky
Jan Mintaraga
Kelana
Kus Bram
Kwik Ing Ho (Wiro si Anak Rimba)
Mansjur Daman (Man)
Mar
Mater
NBC Sukma
Oerip
R.A. Kosasih
Sim
Sriwidodo
Taguan Hardjo
Teguh Santosa
Wid NS
Zaldy
(4925 votes)


See Results
Tentang Kolektor | Bookmark Situs ini | Kontak Kolektor  

Welcome

Santini Kembali
15 Juli 2019


Pertengahan 1970-an muncul superhero baru, Santini namanya. Bagi yang sudah mengenal karya komikus Gerdi WK sebelumnya, Santini mungkin tak lepas dari bayang-bayang karakter Gina yang sudah lebih dulu dikenal baik oleh banyak pencinta komik Indonesia.

Santini dan Gina sama-sama cantik dan sakti. Jika Gina mengambil latar belakang timur tengah di masa lampau, Santini berasal dari Indonesia di jaman modern. 

Santini adalah Shanti, gadis dewasa yang memperoleh kesaktian secara tidak terduga. Ini diceritakan dalam petualangan perdananya: "Vs YH".  Menurut saya, film-film spionase yang saat itu marak di bioskop turut mempengaruhi kisah ini.

Kesaktian Santini memberinya kekuatan super, kemampuan terbang dan mata yang dapat melihat tembus pandang. Apakah Santini sedikit banyak diilhami Superman? Mungkin saja. Keterkaitan keduanya tersirat secara menarik melalui ilustrasi di halaman pertama komiknya. Santini digambarkan sedang mengangkat sebuah mobil dengan tangannya, mirip Superman yang dalam terbitan perdananya juga dilukiskan dalam pose hampir sama.

Bagaimanapun, pembaca memang suka disuguhi jagoan yang tidak tanggung-tanggung, tak terkecuali saya yang saat itu masih duduk di bangku SD. Santini jelas menjadi favorit baru. Usai membaca kisah pertama Santini, saya yakin saya tidak sendiri menantikan judul berikutnya.

Petualangan kedua Santini hadir 2 tahun kemudian, pada 1976, dalam judul "Satelit Omega". Kisahnya diawali dengan misteri bangkitnya mumi-mumi di Mesir. Tapi ini bukanlah kisah supranatural. Sejak awal, serial Santini selalu berlatarkan hal-hal modern dan teknologi tingkat tinggi, layaknya kebanyakan tema yang mengiringi cerita superhero.  Judul kedua ini jauh lebih matang dalam penceritaannya, juga lebih panjang dan lebih seru.

Sayangnya keseruan Santini kemudian tak berlanjut lagi. Ketika itu serial Gina semakin naik daun dengan kisah "Gurun Gobi" dan judul-judul yang menyertai sesudahnya. Gina memang akhirnya lebih banyak menyita perhatian para penggemar  komik. Untuk sementara mungkin Santini tergantikan oleh Gina, tapi Santini tidak pernah dilupakan.

Kini, lebih dari empat dekade sejak permunculan pertamanya, Santini kembali lagi, dengan kekuatan yang sama namun tantangan yang berbeda. Jika dulu Santini muncul di tengah minimnya jagoan wanita, kini Santini harus berjuang menarik perhatian di tengah maraknya superhero lokal dan manca, juga tantangan untuk memuaskan kalangan pembaca yang lebih luas, yaitu mereka yang sudah mengenal Santini sebelumnya maupun para pembaca baru.



Artikel ini sudah dikunjungi: 80 kali.

Artikel sejenis:
[tidak ada artikel sejenis]

Isi Komentar untuk artikel: " Santini Kembali "
Name*
Email*
Website
Your IP 18.210.22.132
Your comment*
   
Komentar untuk artikel: Santini Kembali
[No comments found]
Komik
Baru


Bunuh Mandala

Talk About Hape

Zantoro

100 Tokoh yang Mewarnai Jakarta

Jodoh Buat Awang

Benua Ketujuh

Seribu Kapal
? 2005 Sang Kolektor Powered by i-dealogic Web Management/jfKlass v7.85